Rabu, 29 Juni 2016

Ini Baru Gila ! Warga Belarusia Ikuti Anjuran Presidennya Telanjang di Tempat Kerja


GULA77 - Sosok diktator ternyata tidak selalu berhasil membuat takut rakyatnya. Contohnya seperti yang terjadi di Belarusia. Sekolompok anak muda di negara Eropa Timur itu sejak awal pekan membuat aksi viral mengejek sang kepala negara. Mereka ramai-ramai memposting foto telanjang di tempat kerja atau tempat umum. Ulah anak muda ini bertujuan mengejek Presiden Alexander Lukashenko, diktator yang sudah berkuasa di Belarusia sejak 1994 sampai sekarang.



Semua bermula ketika sang presiden membacakan pidato perekonomian yang membosankan awal pekan lalu. Anak muda di Belarusia sengaja mengikuti perumpamaan sang presiden secara harfiah soal telanjang di tempat kerja. "Kita harus bertelanjang dan bekerja," kata Lukashenko yang telah berkuasa selama 22 tahun ini dalam acara di kota Minsk. Menurut laporan wartawan media Russian Times, presiden sebenarnya kepeleset lidah.



Dia bermaksud mengatakan "membangun dan bekerja.". Kata 'membangun' dan 'telanjang' punya pengucapan mirip-mirip dalam bahasa Rusia. Tanpa disangka, hal tersebut memicu keisengan sekelompok anak muda dalam mengartikan kata 'bertelanjang'. Mereka ramai-ramai mengunggah foto mereka saat bekerja tanpa mengenakan busana di sosial media dengan tagar #getnakedandwork.



Russian Times menyatakan Lukashenko adalah salah satu diktator paling kuat di muka bumi. Selama dua dekade dia selalu memenjarakan lawan-lawan politiknya. Ketidakpuasan rakyat meningkat, sebab perekonomian Belarusia anjlok 3 persen tahun ini. Tingkat pengangguran serta tingginya inflasi melanda Belarusia selama beberapa tahun terakhir.
(The Huffington Post)

Sally Pearson Absen di Olimpiade Brazil
Simpan Vaksin Bekas Bersama Makanan
Korban Bom Bunuh Diri di Turki 41 Orang



Senin, 27 Juni 2016

Aneh ! Pria Ini Berjalan Dengan Batu Diatas Kepalanya


GULA77 - Pria usia 54 tahun asal China melakukan kegiatan rutinitas unik setiap harinya dengan sebuah lapisan semen seberat 40 kilogram. Benda seberat itu ternyata digunakan pria bernama For Cong Yan sebagai beban yang diletakkan di atas kepalanya guna menurunkan berat badan.

Pria yang mengklaim memiliki bobot mencapai 115 kilogram ini mengaku berhasil usai melakukan latihan ini. Tidak tanggung-tanggung, 30 kilogram berhasil dipangkasnya. Ternyata metode yang dilakukan Cong Yan cukup sederhana. Dengan beban batu di atas kepalanya, pria ini hanya perlu berjalan sejauh 1,500 kilometer setiap harinya.

Latihan ini dia lakukan di kota Jilin, sebelah utara China. Diakuinya bobot 40 kilogram bukanlah yang pertama saat memulai latihan ini. Cong Yan memulai dari berat 15 kilogram terlebih dahulu dan bertahap seiring masa latihannya.(ndtv)

Akibat Nafsu Rossi Gagal
Waspada Longsor di Jalur Mudik
Roller Coaster Terlempar Dari Rel




Minggu, 26 Juni 2016

50 Pemuda Ditangkap di Saudi, Karena Pakai Jins Sobek Dan Sepatu Crocs


GULA77 - Pemerintah Arab Saudi menangkap 50 pemuda karena kedapatan memakai pakaian yang dianggap tidak islami pekan ini. Para pemuda yang ditangkap polisi syariah itu di antaranya memakai aksesoris kalung, gaya rambut aneh, celana jins sobek, dan sepatu Crocs.

Penangkapan di pusat perbelanjaan itu adalah bagian dari razia pemerintah selama bulan suci Ramadan di Kota Makkah. "Mereka diserahkan ke departemen penyelidikan kriminal," kata koran Sabq. "Para petugas melihat sejumlah pelanggaran seperti gaya rambut yang aneh, rantai kalung di leher atau tangan, baju minim dan tidak sopan yang dipakai laki-laki dan perempuan," ujar Sabq.

Petugas penegakan hukum, termasuk wanita, menyarankan warga agar menghindari kebiasaan dan tradisi yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Lebih dari separuh penduduk Saudi adalah kaum muda berusia di bawah 25 tahun yang sangat gandrung dengan Internet.(Daily Mail)

Williams Berambisi di Wimbledon
Kerugian Mencapai Rp57 Miliar
Industri Film Syur Jepang Minta Maaf



Jumat, 24 Juni 2016

Seorang Bapak Pasang Iklan Satu Halaman Untuk Carikan Jodoh Buat Anaknya


GULA77 -  Mencari pasangan hidup memang tak mudah. Tidak jarang hal tersebut sampai melibatkan orang lain guna membantu mendapatkan dambaan hati. Seperti dilakukan seorang ayah di Beverly Hills, Amerika Serikat. Pria bernama Arthur Brooks (78) ini rela menggelontorkan uang USD 900 (setara dengan Rp 11,9 juta) demi membeli satu halaman penuh iklan di sebuah surat kabar Idaho's Coeur d'Alene. Dalam iklan tersebut, tertulis judul "Mencari Seorang Istri".

Dalam kolom iklan tertulis lengkap pelbagai kriteria calon istri untuk sang anak, mulai dari usia, tinggi badan, dan kecenderungan politik yang harus lolos penilaian sang ayah. "Politik statusnya haruslah konservatif, ini adalah yang terpenting," tulis iklan tersebut. "Jika anda adalah pendukung Obama dan pro-Hillary maka Anda bukan orang yang tepat," tegas Arthur.

Inisiatif sang ayah memajang iklan itu ternyata tidak lewat persetujuan si anak. "Saya bahkan tidak sanggup menjelaskan betapa malunya dan konyolnya ini," kata sang anak, Baron Brooks. "Apa yang harus saya lakukan, semua telah terjadi," sambungnya. Menurut sang anak hal tersebut dilakukan sang ayah tidak semata mencarikan jodoh untuknya. Lewat pilihan koran tersebut ada kecenderungan pandangan politik tertentu.

Kendati demikian, Baron tetap tidak ingin mencederai hati sang ayah. Baron juga akhirnya mengizinkan bagi para pelamar yang berdatangan untuk melakukan sesi wawancara. Menurutnya sejak sang ayah sempat jatuh sakit, keinginan untuk memiliki cucu begitu tinggi. "Karenanya dia berkeras agar saya dapat segera menikah," tutup Baron.(ABC News)

Vardy Akhirnya Perpanjang Kontrak
Demi Pangkat Pakai Ijazah Palsu
Inggris Keluar Dari Uni Eropa



Selasa, 21 Juni 2016

Pria Ini Menjual Rumahnya Tapi Menolak Pindah


GULA77 - Membeli rumah buat pertama kali seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan, tapi bagi Tamara Holloway asal Nashville, Negara Bagian Tennessee, Amerika Serikat, justru sebaliknya. Pasalnya pria yang rumahnya baru saja dia beli menolak pindah. Ketika Holloway masuk ke rumah barunya pada 1 Juni lalu, Justin McCrory, pria yang menjual rumahnya itu menolak keluar.

Di dalam perjanjian jual-beli sebelumnya memang tidak ada pernyataan yang menyebutkan si pemilik rumah sebelumnya harus keluar dari rumah itu. "Transaksinya berjalan lancar dan mereka mendapatkan properti yang bagus. Apa masalahnya? Saya tidak perlu pergi ke mana pun. Mereka harus mengusir saya," ujar McCrory kepada wartawan. Pihak perantara penjual rumah itu sudah meminta pria itu keluar dari rumah yang sudah dijualnya tapi dia menolak.

Akhirnya Holloway harus mengajukan surat penangkapan kepada polisi sebagai bagian dari proses hukum mengusir pria itu. Namun menurut aturan hukum perlu waktu 30 hari untuk bisa memaksa pria itu keluar dari rumahnya. Pihak perantara dari Signature Title Services mengatakan kepada jaksa kasus real estate Grover Collins, dia tidak pernah menemukan kasus semacam ini sebelumnya. Akibat kejadian ini Asosiasi perantara penjualan properti mengeluarkan semacam surat peringatan kepada para calon pembeli rumah/properti untuk menghindari kejadian serupa.

"Ini mimpi buruk," ujar Holloway kepada stasiun televisi News 2. "Si penjual rumah membajak rumah saya.". Untungnya berkat liputan media lokal dan nasional, McCrory merasa dirinya terintimidasi dan pada 14 pekan lalu Holloway akhirnya mendapatkan kunci rumah barunya. Dia mengakui masalah ini bisa lebih lama lagi untuk diselesaikan jika tidak ada tekanan dari media massa.(Oddity Central)

Indonesia Pasang Target Tinggi
Pelabuhan Kota Manado Ditutup 
Rusia Kehabisan Kesabaran


Senin, 20 Juni 2016

Seorang Ibu di Pakistan Membunuh Anaknya Yang Sedang Hamil


GULA77 - Seorang ibu di Pakistan ditangkap petugas keamanan. Ia dituduh membunuh anaknya sendiri yang sedang hamil. Peristiwa mengenaskan itu terjadi di desa Butrawala di provinsi Punjab. Kepala kepolisian Punjab Arshad Mahamood mengatakan, Aminah Bibi tega menggorok leher Muqadas Tofeeq, anak perempuannya yang sedang hamil.

Bibi juga membunuh anak Muqadas yang baru berusia 10 bulan. Peristiwa ini terungkap setelah suami Muqadas, Mohammed Tofeeq mengabarkan istri dan anaknya yang tak pernah pulang sejak berkunjung ke ibunya pada hari Jumat, 17 Juni 2016. Mohammed yang curiga menduga istrinya dibunuh. Kepada polisi, Amina Bibi mengatakan, ia marah karena anak perempuannya itu memilih menikah atas nama cinta dan menolak keinginan keluarga.

Di Pakistan, setiap tahun hampir 1.000 perempuan menjadi korban pembunuhan dari norma konservatif yang dianut masyarakat di wilayah tersebut. Pembunuhan mereka disebut sebagai "honor killing" atau pembunuhan demi kehormatan. Pembunuhan yang terjadi seringkali dilakukan atas nama melanggar kehormatan keluarga. Biasanya itu terjadi ketika seorang perempuan menolak dinikahkan, dan lebih mendahului pria yang ia pilih sendiri.(Al Arabiya)

Cavaliers Gondol Trofi NBA
Jangan Mudah Terima Imigran
Kim Jong-un Dikabarkan Tewas





Sabtu, 18 Juni 2016

Polantas India Pilih Gunduli Pengendara Yang Ngebut Dari Pada Tilang


GULA77 - Mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi tentu sangat berbahaya. Karena hal itu pula, ada sejumlah negara yang memberikan peraturan ketat terkait dengan kecepatan sepeda motor saat melesat di jalan raya. Salah satu negara yang memberikan peraturan unik dengan maksud memberikan efek jera bagi pelanggarnya adalah India.

Di sana, rupanya biker yang ngebut dengan motornya tidak dikenakan hukuman denda tilang, namun justru memberikan hukuman yang tentu akan lebih diingat para pelanggarnya. Rabu, 13 Juni 2016, polisi lalu lintas India disebutkan lebih memilih "jalur gundul". Maksudnya, pengendara nakal yang nekat membesut motornya dengan kecepatan tinggi akan dicukur habis rambut mereka hingga gundul.

Aturan hukuman ini pun tercatat baru dilakukan. Laporan menyebutkan, setidaknya hingga kini sudah belasan orang pelaku 'ngebut' yang kepergok memacu kecepatan sepeda motornya hingga akhirnya mereka digunduli. Hukuman diterapkan setelah polisi lalu lintas India merasa perlu menerapkan hukuman ini, lantaran mereka sering kali kewalahan menghadapi para pengendara motor yang gemar ngebut di jalan raya.

Tak cuma ngebut di jalan raya, banyak pula pengendara motor yang kerap melakukan aksi freestyle atau beratraksi di atas motor di tengah jalan, tanpa mempedulikan keselamatan dirinya dan pengendara lainnya. Pemandangan itu setidaknya marak terlihat di Kota Mumbai. Diharapkan, dengan hukuman baru ini, para pelanggar kecepatan di India akan berkurang, dan menimbulkan efek jera.(Motorbeam)

Atlet AS Berhijab Pertama
Pelabuhan di NTT Dikembangkan
Pembunuh Anggota Parlemen Inggris