Selasa, 12 Juli 2016

Turis ini Dideportasi Myanmar, Karena Pakai Tato Buddha di Tangannya


GULA77 - Pemerintah Myanmar mendeportasi seorang turis Spanyol lantaran dia memiliki tato Buddha di lengannya. Myanmar dikenal dengan negara yang sangat menjunjung tinggi nilai religius di masyarakatnya. Kejadian ini berlangsung di Bagan, sebuah kota kuno yang banyak dikunjungi turis untuk melihat pelbagai pagoda dan kuil.

"Para biksu di Bagan melihat tato Buddha di lengan kanan turis tersebut karena dia mengenakan baju lengan pendek. Mereka memberitahukan pada kami bila hal itu adalah terlarang," kata seorang petugas polisi kepada AFP, yang enggan disebut namanya. Menurut dia turis itu telah dipulangkan ke Yangon. Saat ditelusuri ke Yangon, polisi bandara yang juga tidak mau disebut namanya, membenarkan turis tersebut segera dideportasi ke Bangkok pada Senin malam.

"Kami akan memulangkan dia karena dia melanggar aturan berwisata di sini," kata polisi itu. Diketahui kasus serupa pernah terjadi pada tahun lalu. Seorang pemilik bar asal Selandia Baru mendekam 10 bulan penjara karena dianggap melakukan penghinaan terhadap agama menggunakan sebuah gambar Buddha untuk iklan minuman murah.(Al Arabiya)

Usain Bolt Pasti Tampil di Olimpiade Brazil
Pasar Tradisional Aksara di Medan Terbakar
Ratu Elizabeth II Cari Pencuci Piring







Minggu, 10 Juli 2016

Sawah Tanah Merah Terindah di Dunia, Ada di Yunnan


GULA77 - Sekitar 250 kilometer timur laut dari Kunming, ibukota Provinsi Yunnan China, terletak Dongchuan, daerah pedesaan dengan tanah merah yang paling mengesankan di dunia. Tersebar di bidang bertingkat yang luas, tanah Dongchuan yang berwarna merah kecoklatan yang tidak biasa, berasal dari endapan yang kaya zat besi dan tembaga.

Terkena iklim yang hangat dan lembab dari Yunnan, besi dalam tanah mengalami oksidasi untuk membentuk oksida besi yang secara alami berwarna merah. Oksida ini, tersimpan bertahun-tahun, secara bertahap berkembang menjadi tanah coklat kemerahan yang luar biasa terlihat di sini hingga hari ini.


Setiap tahun selama musim semi, ketika daerah ini dibajak untuk pertanian, sejumlah besar pengunjung dan fotografer datang untuk melihat petak-petak baru tanah merah yang menunggu untuk ditanam bersama dengan tunas tanaman yang hijau.

Tanah merah disandingkan dengan barley (sejenis gandum) berwarna hijau zamrud, dan soba berwarna kuning keemasan, melawan langit biru menghasilkan salah satu warna warni yang jarang terlihat di alam.


Kabarnya, keberadaan Dongchuan tidak diketahui oleh dunia luar sampai pertengahan 1990-an, ketika seorang fotografer Cina datang ke tempat tersebut. Cerita berlanjut bahwa fotografer itu terus merahasiakan lokasi itu dan terus menghasilkan foto-foto yang mempesona pemirsanya.

Rincian tentang tempat rahasia akhirnya bocor dan sekarang semakin banyak fotografer yang rela bepergian melintasi perjalanan yang sulit ke pegunungan untuk mendapatkan pengalaman tangan pertama dari tempat yang menakjubkan ini.(nipic)

Serena Juara Wimbledon, Samai Rekor Steffi Graf
Ribuan Kendaraan Membludak di Bakauheni
China Bangun Megacity Terbesar di Dunia



Sabtu, 09 Juli 2016

Anggur Termahal di Dunia, Harganya Mencapai Rp141 Juta


GULA77 -  Dalam sebuah lelang di Jepang, sejumlah anggur yang dianggap sebagai simbol status sosial ini dibeli dengan harga yang luar biasa. Anggur yang berjumlah sekitar 30 buah itu terjual dengan harga 1,1 juta Yen atau sekitar Rp141 juta. Sebutir anggur yang merupakan varietas Ruby Roman tersebut memiliki ukuran sebesar bola ping pong.

Anggur jenis ini dibudidayakan di perfektur Ishikawa, Jepang. Untuk memenuhi syarat menjadi Ruby Roman, anggur tersebut harus memiliki berat setidaknya 20 gram dan kandungan gula sedikitnya 18 persen. Menurut situs klub Ruby Roman yang dijalankan oleh perfektur Ishikawa, proses penanaman sudah dimulai sejak 1992 saat bibit varietas Fujiminori ditebarkan.

Selama bertahun-tahun, anggur tersebut kemudian dibudidayakan menjadi varietas Ruby Roman yang merupakan nama pemberian masyarakat di tahun 2004. Anggur pertama dijual pada tahun 2008, dan harganya terus naik semenjak itu. Penawaran buah musiman di Jepang yang diadakan secara rutin telah menjadi daya tarik banyak sekali pembeli yang mencari prestis sosial. Ada juga yang datang dari kalangan pemilik toko yang ingin menarik hati para pembelinya.

Pembeli anggur pada lelang hari itu pun berjanji akan membagikan sampel bagi beberapa pelanggan yang beruntung. "Ruby Roman ini adalah permata. Kami akan memajangnya di toko kami sebelum memberi kesempatan pelanggan kami untuk mencicipi sampelnya," kata pemenang lelang Takamaru Konishi. "Ruby Roman ini adalah permata. Kami akan memajangnya di toko kami sebelum memberi kesempatan pelanggan kami untuk mencicipi sampelnya," kata pemenang lelang Takamaru Konishi.

Lelang anggur Ruby Roman itu menjadi pembuka musim lelang di Jepang. Buah-buahan lainnya mulai dari apel hingga semangka juga bisa ditawar dalam lelang tersebut. Raja buah di Jepang adalah melon, yang menjadi simbol status sosial yang mirip dengan minuman anggur kuno dan dijadikan sebagai hadiah bernilai tinggi. Tahun lalu, sepasang melon berhasil dilelang dengan harga 1,5 juta Yen atau sekitar Rp196 juta.(The Guardian)

Ferrari Resmi Perpanjang Kontrak Raikkonen 
Mantan Menteri, Hasan Basri Durin Tutup Usia
Badai Topan Nepartak di Taiwan, 2 Orang Tewas



Rabu, 06 Juli 2016

Tiada Kata Maaf, Petinju Potong Penis Bos Istrinya


GULA77 - Tiada kata maaf bagi seorang yang telah berselingkuh. Mereka yang dibakar api cemburu pasti gelap mata melakukan apa saja guna melampiaskan dendan. Salah satunya dilakukan Ikki Kotsugai(25), seorang mantan petinju asal Tokyo, Jepang.

Tak peduli berurusan dengan hukum, Kotsugai dengan sadis memotong kelamin Minato, bos istrinya sendiri karena mendapatintya tidur bersama. Penis tersebut langsung dibuang ke lewat jalur toilet, Selasa. Usut punya usut, ternyata hal tersebut adalah jalinan kisah terlarang.

Sang istri memiliki hubungan gelap dengan Minato. Kejadian ini diketahui berlangsung pada Agustus tahun lalu, namun pengadilan baru menjatuhi Kontsugai hukuman penjara enam bulan pada hari ini. Kotsugai yang pada saat itu gelap mata akhirnya meminta maaf.

Minato yang mengalami cacat seumur hidup akibat kehilangan penisnya diketahui juga meminta maaf karena telah berselingkuh dengan istri orang. Untungnya Minato tidak meninggal dan masih bisa hidup, namun diperlukan perawatan rumah sakit berkala.(Daily Mail)

Knicks Perpanjang Kontrak Lance Thomas
Bensin Eceran Rp75 Ribu Per Liter
Peraih Nobel Perdamaian, Jadi Miliarder



Selasa, 05 Juli 2016

Beli Mobil Bekas di Showroom Ini Dapat Bonus Senapan Serbu AR-15


GULA77 - Calon konsumen yang akan membeli mobil biasanya mengharapkan adanya potongan harga dari penjual. Bila tidak ada diskon, maka umumnya mereka akan menanyakan perihal bonus seputar aksesori mobil. Namun, jika membeli mobil bekas di tempat yang satu ini, bonus yang bakal Anda dapat adalah benda yang sangat berbahaya. Showroom mobil bekas di New Hampshire, Amerika Serikat (AS), diketahui memberi bonus senjata api pada konsumen yang membeli mobil.
Setiap konsumen yang melakukan pembelian akan mendapatkan sepucuk senjata api dengan tipe sesuai harga mobil.

Jika mobilnya cukup murah, maka konsumen hanya mendapat pistol. Namun jika harga mobil cukup mahal dan si pembeli tidak menawar maka ia berhak membawa pulang sepucuk senapan serbu versi sipil Colt AR-15. Senapan yang satu ini sangat terkenal dan menarik banyak minat para pencinta senjata. Hal itu dikarenakan versi militernya, M16, jadi senjata resmi tentara AS selama puluhan tahun. Penjualan mobil dengan bonus senjata api ini sontak menuai kecaman dari banyak pihak, terutama mereka yang menentang aturan penjualan senjata api ke pihak sipil.

Apalagi, baru-baru ini AS dikagetkan dengan adanya kasus penembakan. AR-15 adalah senapan yang digunakan oleh Omar Mateen untuk menembak mati 49 orang di klub khusus penyuka sejenis, Pulse, di Orlando, Florida, AS, beberapa waktu lalu. Si pemilik showroom yang merupakan mantan tentara diketahui menjalin kerja sama dengan salah satu toko senjata lokal. Artinya, untuk bisa membawa pulang senjata tersebut, konsumen harus memenuhi syarat yang ditentukan di negara tersebut.(Autoevolution, 22 Juni 2016)


Minggu, 03 Juli 2016

Kota Monowi Dengan Populasi Satu Orang Penduduk


GULA77 - Sebuah kota setidaknya didiami ratusan ribuan penduduk. Di kota-kota besar, seperti Jakarta, malah penduduknya mencapai jutaan. Namun Monowi, kota kecil di Nebraska, AS ini lain dari yang lain. Sesuai dengan kata “mono” di namanya yang berarti tunggal, penduduknya hanya satu orang. Nenek Elsie Eiler yang berusia 77 tahun adalah satu-satunya penduduk di Monowi. Eiler tinggal di rumah berjalan, satu blok dari satu-satunya lokasi bisnis yang masih tersisa di kota, sebuah kedai minum dengan dinding kayu gelap, yang dikelilingi asap tebal.


Eiler jugalah yang mendirikan kedai itu. Selain itu, Eiler juga mengurus perpustakaan kota, bangunan kecil yang diisi 5.000 buku yang ditinggalkan almarhum suaminya yang hobi membaca. Elise juga walikota Monowi. Tahun-tahun puncak kejayaan Monowi adalah pada 1930-an, ketika memiliki populasi 130 orang. Monowi, seperti halnya komunitas kecil lainnya di Great Plains (dataran padang pasir luas yang meliputi bagian Barat padang pasir Mississippi River dan bagian Timur Rocky Mountains), ditinggalkan para penduduk mudanya yang pindah ke kota yang lebih berkembang dan punya lapangan kerja lebih baik.


Dalam sensus tahun 2000, desa ini memiliki hanya dua populasi, Rudy dan Elsie Eiler. Rudy Eiler meninggal tahun 2004, dan meninggalkan istrinya menjadi satu-satunya penduduk. Kehidupan Eiler sebagai walikota sulit dipercaya. Sekali setahun ia menaikkan pajak untuk dirinya untuk menjaga lampu jalan tetap menyala dan beberapa infrastruktur berfungsi. Ia mengurus satu-satunya bisnis di kota, kedai Monowi, dan tinggal di satu-satunya bangunan di kota yang masih ditinggali. Ia sendiri yang mensahkan izin alkohol dan memilih dirinya sebagai walikota.


Pelanggannya datang dari jalan tol yang melintasi Monowi atau dari kota terdekat. Hidup sendiri di usia senja dan memiliki tiga pekerjaan tentunya tak mudah bagi Eiler. Sehingga maklum saja jika bangunan reyot dan tanah tak terurus menghampar di Monowi. Sebuah bangunan yang awalnya merupakan toserba sudah sangat reyot dan hampir rubuh, jika tak ditahan oleh pohon di sebelahnya. Bangunan itu ditutup ketika Perang Dunia II mulai dan pemiliknya pindah dari kota untuk mengikuti wajib militer.


Hidup Eiler terkesan menggelikan, namun kota Monowi merupakan contoh ekstrem dari yang terjadi di seluruh lahan AS. Kota-kota kecil berkurang populasi penduduknya selama 50 tahun terakhir, dan disebut sebagai migrasi besar-besaran di sejarah AS. Daerah Great Plains sungguh terbanting jauh dibandingkan daerah-daerah lainnya di AS yang kaya populasinya. Bahkan yang ternama seperti Nebraska, Kansas, dan Oklahoma.(liputan6)

Brazil Kemungkinan Tidak Akan Aman
Tradisi Akhir Ramadhan di Kotamobagu
Hillary Clinton Diperiksa FBI


Jumat, 01 Juli 2016

Satu Bangunan Dijadikan Tempat Ibadah Umat 12 Agama


GULA77 - Kota Kazan, Rusia, menyimpan sebuah lokasi wisata yang sangat menakjubkan. Jika sebagian besar negara mengandalkan keindahan alam atau bangunan tua sebagai lokasi wisata, maka di Kota Kazan kamu akan disuguhkan tempat wisata yang penuh pesan-pesan toleransi, salah satunya adalah The Temple of All Religions.

Bangunan dengan gaya arsitektur yang menggabungkan gaya Eropa dan Timur Tengah ini banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Di tempat ini terdapat 12 kubah dengan fungsi yang berbeda-beda. Setiap kubah mewakili satu agama. Di tempat ini kamu bisa menyaksikan simbol salib untuk Kristen, bulan sabit untuk Islam dan lain sebagainya.


Bangunan milik seorang jutawan Rusia, Ildar Khanov, tersebut didirikan pada tahun 1992. Khanov sengaja membuat bangunan tersebut sebagai pesan damai darinya untuk dunia. Dia ingin membuat semua agama berada dalam satu atap dan dia percaya bahwa semua agama adalah sama. Meski tidak berfungsi sebagai tempat ibadah aktif setiap harinya, namun pengunjung masih banyak yang menyempatkan diri untuk beribadah saat mengunjungi The Temple of All Religions.

Setiap sudut juga berisi informasi mengenai agama yang bersangkutan, sehingga menjadi media pembelajaran bagi setiap pengunjung. Di tempat ini kamu akan menemukan bukti tolerasi antar umat beragama yang sangat tinggi. Jika kamu punya rencana berkunjung ke Rusia, maka kamu jangan sampai melewatkan The Temple of All Religions.(Independent)

Doping Tak Pengaruhi Olimpiade Rio 
Titik Rawan Kecelakaan di Bandung
Orang Bersenjata Serang Restoran