Jumat, 05 Agustus 2016
Bocah Jerman Berumur 10 Tahun Curi Bus dan Angkut Tiga Penumpang
GULA77 - Seorang bocah 10 tahun mencuri sebuah bus di Kota Ingolstadt, Jerman, dan membawanya berkeliling kemudian mengangkut tiga penumpang. Bocah yang mengaku bercita-cita menjadi sopir bus itu rupanya menemukan kunci bus tergeletak di tanah di sebuah lapangan parkir beberapa pekan sebelumnya. Dia kemudian menemukan bus yang dimaksud. Bus itu adalah milik seseorang.
Polisi melaporkan, bocah itu berkeliling kota kemudian berhenti di halte untuk mengangkut penumpang. Bocah laki-laki itu rupanya mengetahui tombol-tombol untuk membuka pintu depan. Lucunya, tiga penumpang yang menaiki bus itu tidak sadar mereka dibawa oleh sopir bus yang masih bocah. Dia akhirnya tertangkap setelah seorang pria melihat bus itu dikemudikan dengan berbahaya.
Si bocah rupanya sempat menabrak dan membuat kerusakan di bagian depan bus. Polisi berhasil menangkap bocah itu dan membawanya kembali ke ibunya. Sewaktu ditanya polisi dia menjawab sangat menyukai bus sejak umurnya tiga tahun dan dia ingin menjadi sopir bus suatu hari nanti. "Untungnya, bus itu tidak mengalami kerusakan parah dan tidak membahayakan pengendara lain," ujar juru bicara polisi.(Daily Mail)
Atraksi Seru di Upacara Pembukaan Olimpiade Rio 2016
Jutaan Uang Palsu Diedarkan Seorang Bocah di Makassar
Ratusan Ribu Pengedar dan Pengguna Narkoba di Menyerah
Kamis, 04 Agustus 2016
Akibat Trauma, Wanita ini Tak Pernah Mandi Selama 30 Tahun
GULA77 - Seorang wanita asal Liverpool, Inggris bernama Donna McMahon, mengaku tak pernah mandi selama 30 tahun. Pasalnya, Donna menderita trauma terhadap air sejak kecil. Trauma ini bermula saat Donna berumur 5 tahun. Saat itu ia berenang di kolam. Namun seorang anak menyerangnya hingga hampir tenggelam.
Sejak saat itu, ia tidak mau menyentuh air, mandi dan berenang. Meski begitu, sesekali ia hanya keramas untuk membersihkan rambutnya. Setelah 30 tahun berlalu, Donna kemudian bertemu dengan Robert Hisee. Robert merupakan seorang ahli hipnotis yang memberikan terapi khusus. Setelah satu jam menjalani terapi itu, ketakutan wanita berumur 35 tahun terhadap air pun hilang.
"Awalnya aku menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk mencuci rambutku di air yang dangkal, itu sangat melelahkan. Semula aku tak bisa menyiram seluruh tubuhku dengan air, tapi sekarang aku sudah bisa mandi dengan normal. Aku merasa seperti orang yang berbeda," kata Donna.(krjogja)
Amber Hill Si Cantik yang Jago Menembak
Maraknya Materai Palsu, Pengguna Terancam Pidana
Ingin Tas Tangan Dino, Harus Menunggu 2 Bulan
Selasa, 02 Agustus 2016
Kakek ini Mengayuh Sepeda Gerobaknya Selama Tiga Tahun Dari China ke Brazil
GULA77 - Pria pensiunan bernama Chen Guanming akhirnya sampai di Kota Rio de Janeiro, Brasil, dua hari lalu setelah mengayuh sepeda gerobaknya selama tiga tahun dari China. Dia datang ke Rio untuk menyaksikan pertandingan Olimpiade. Chen yang mantan petani itu pertama kali bersepeda dari rumahnya di Xuzhou menuju Beijing untuk menyaksikan Olimpiade pada 2008. Dia lalu kembali bersepeda dari China menuju London untuk menonton Olimpiade 2012.
Dan kali ini dia kembali bersepeda ke Rio untuk menyaksikan Olimpiade. Pria 60 tahun ini mengaku pada Olimpiade 2008 di Beijing dia bekerja sebagai sukarelawan. Dia waktu itu bersepeda sejauh 800 kilometer dari rumahnya di Xuzhou. Ketika dia menyaksikan acara penutupan Olimpiade Beijing Chen melihat wali Kota London Boris Johnson menerima bendera Olimpiade. Saat itulah dia mengetahui dia harus menyaksikan olimpiade berikutnya di London.
Chen membawa gerobak sepedanya selama dua tahun melewati sejumlah negara seperti Thailand dan Afganistan untuk mencapai London dengan tujuan menyebarkan semangat olimpiade ke seluruh dunia. Ketika sampai di Inggris, dia dilihat oleh John Beeston, seorang direktur operasional di perusahaan asuransi. Dengan bahasa mandarinnya yang terbatas Beeston berbicara dengan Chen. Saat itulah dia mengetahui kisah Chen yang mengagumkan ini.
Setelah kisahnya diliput berbagai media, Chen akhirnya diberi tiket menyaksikan acara pembukaan Olimpiade di London. Setelah dari London, Chen kemudian meneruskan perjalanannya pulang ke China dan setelah itu dia sampai di Nova Scotia, Kanada. Dari sana dia melewati Amerika Serikat lalu Meksiko, hutan Amazon sebelum sampai ke Brasil.(Daily Mail)
Cari Pinjaman Raket Setiba di Rio de Janeiro
Perusuh di Tanjungbalai Positif Pakai Narkoba
Topan Nida Melumpuhkan Aktivitas Warga Hong Kong
Senin, 01 Agustus 2016
Bule ini Terkatung-katung 10 Hari di Bandara Akibat Cinta Online
GULA77 - Alexander Pieter Cirk asal Belanda merasakan pahitnya pemeo cinta itu buta. Pria 41 tahun ini rela menguras tabungan lalu terbang ke Tiongkok menemui kekasihnya yang dia kenal hanya lewat situs kencan. Setiba di bandara internasional Changsa, sang kekasih tidak kunjung menemui. Alhasil bule ini terkatung-katung 10 hari karena sempat berkukuh pacar online-nya bakal menjemput.
Cirk akhirnya dibawa ke rumah sakit pekan lalu karena kelelahan menunggu 10 hari tanpa kejelasan di bandara. Dia dilaporkan sudah terbang kembali ke Belanda dua hari lalu. Cirk mengaku berkenalan dengan gadis bernama Zhang berusia 26 tahun. Mereka saling berhubungan lewat aplikasi kencan sejak dua bulan lalu.Cirk sepenuhnya dibutakan oleh cinta. Tak lama usai mengenal sosok yang belum pernah dia temui langsung, Cirk mengurus visa ke Tiongkok.
Lawatan ini dia niatkan sebagai kejutan buat sang kekasih. Belakangan, cerita bule menunggu di bandara sampai masuk RS itu terdengar oleh perempuan bernama Zhang. Wanita ini akhirnya memberi klarifikasi pada Hunan TV. Dia membenarkan bahwa Cirk adalah kenalannya di situs kencan. Zhang berdalih tidak bisa datang ke bandara karena sedang menjalani operasi plastik di Kota Zhengzhou.
Selain itu, Zhang juga menyalahkan Cirk karena tidak secara jelas menjelaskan maksud foto jadwal terbang ke Tiongkok. Wanita ini mengira mereka baru akan serius kopi darat tahun depan seperti yang pernah mereka bahas sebelumnya. Walau kunjungan kejutan Cirk berakhir tragis, Zhang mengaku tetap tertarik pada si lelaki bule. Dia berharap jika Cirk memaafkannya, mereka bisa terus berhubungan.(Shanghaiist, 1/8)
Marin Ingin Raih Medali Emas di Olimpiade
Masyarakat & TNI-Polri Bersihkan Vihara di Tanjungbalai
Facebook Terancam Pajak Tambahan Rp 65,3 Triliun
Sabtu, 30 Juli 2016
Kecoak di Dalam Makanan, Pemilik Restoran Dipaksa Makan Kecoaknya
GULA77 - Seorang pelanggan di sebuah restoran di Changsa, Provinsi Hunan, China, memaksa pemilik restoran memakan kecoak setelah dia menemukan serangga itu di makanan yang dia pesan. Pelanggan pria itu memesan mie goreng dan dia menemukan kecoak di dalam makanannya. Pada saat itu si pelanggan marah dan memberi ultimatum: membayar ganti rugi sebesar 5.000 yuan (Rp 10 juta) atau memakan kecoak itu.
Pemilik restoran kemudian spontan memakan kecoak itu dan menolak memberi uang ganti rugi. Namun pria itu tetap meminta uang ganti rugi kepada perempuan pemilik restoran. Si pemilik restoran tetap menolak. Menurut laporan, restoran itu sudah berdiri selama 11 tahun dan mereka belum pernah mengalami kejadian semacam itu. Sejumlah pegawai restoran meyakini mereka sedang ditipu dan diperas.
Sehari kemudian Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan mengunjungi restoran itu dan mengadakan penyelidikan. Hasilnya restoran itu diketahui memakai peralatan yang sudah kedaluwarsa dan tidak punya alat untuk menghilangkan serangga atau tikus. Pihak Badan Pengawas kemudian meminta restoran itu ditutup selama lima hari untuk melakukan perbaikan.(Daily Mail)
PBSI Janjikan Rp 1 Miliar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Banjir di Jambi, Jalur Lintas Sumatera Putus
Curtis Scaparrotti : Rusia Telah Bangkit Kembali
Kamis, 28 Juli 2016
Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Dilemparan Batu Oleh Gajah
GULA77 - Cerita tragis terjadi di Kebun Binatang Ibu Kota Rabat, Maroko tiga hari lalu. Seorang gadis kecil berusia tujuh tahun tewas setelah terkena lemparan batu dari seekor gajah. Sang gajah tidak sengaja menyasar bocah yang diidentifikasi bernama Assia itu. Saat kejadian Assia baru saja berfoto bersama keluarganya membelakangi kandang gajah.
Nahas, pada saat bersamaan gajah itu memainkan batu dengan belalainya, lalu melempar benda keras tersebut. Batu yang melayang menghantam kepala belakang Assia. Gadis kecil itu langsung tak sadarkan diri serta berlumuran darah. Keluarga dibantu petugas kebun binatang bergegas melarikannya ke rumah sakit. Namun setelah dirawat beberapa saat, dokter menyatakan Assia meninggal.
Insiden lemparan batu dari sang gajah itu direkam oleh seorang pengunjung bonbin. Dari rekaman video, terlihat jika ukuran batu yang mengenai kepala mendiang Assia cukup besar, melebihi kepalan tangan orang dewasa. Juru Bicara Kebun Binatang Rabat berduka cita untuk keluarga korban. Mereka menyatakan insiden ini sangat langka serta jarang terjadi. Pihak bonbin menegaskan standar keselamatan pengunjung sangat dijamin, namun insiden ternyata masih bisa terjadi dengan cara tak diduga-duga.
"Kejadian serupa pernah dialami pengunjung di Disney World Orlando serta Kebun Binatang Cincinnati di Amerika Serikat," ujarnya. Netizen Maroko rupanya tetap menyalahkan pengelola bonbin. Mereka menyoroti kematian Assia dipengaruhi penanganan yang lambat oleh petugas. Ternyata tidak ada kendaraan buat merujuk bocah itu secepat mungkin menuju rumah sakit terdekat.(Daily Mail)
6 Lifter Peraih Medali Olimpiade 2012 Positif Doping
Freddy Budiman Menjadi Yang Pertama Dieksekusi Mati
Negara Bangkrut, Wapres Malah Menghambur Uang Negara
Rabu, 27 Juli 2016
Orang Utan Kecanduan Narkoba Dideportasi Oleh Kuwait
GULA77 - Pihak berwenang Kuwait memutuskan untuk mengusir seekor orang utan ke negara asalnya, Indonesia, setelah hewan itu diketahui kecanduan narkoba. Hal tersebut bermula ketika polisi lalu lintas tengah memeriksa sebuah mobil yang mengalami kecelakaan di Kuwait City pekan lalu. Dalam mobil tersebut mereka menemukan seekor orang utan bersama tuannya.
Saat itu, polisi mengetahui bahwa keduanya dalam keadaan mabuk. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, orang utan dan tuannya tersebut kedapatan menggunakan narkoba. "Polisi yang menginterogasi tuannya setelah kecelakaan menemukan dia dan hewan piaraannya menggunakan narkoba sebelum kecelakaan. Pria itu juga mengaku orang utan itu juga pecandu sama sepertinya,"
Kementerian Dalam Negeri Kuwait telah menyerahkan hewan khas Indonesia tersebut ke Komisi Jenderal Pertanian dan Kelautan, yang akan menempatkannya di sebuah kebun binatang untuk menjamin keamanannya. Otoritas juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk segera menyelesaikan prosedur “deportasi” orang utan berusia 1 tahun itu agar dapat hidup di habitat aslinya di Sumatera.
Orang utan yang kecanduan narkoba itu kemudian diserahkan ke sebuah kebun binatang di Kuwait City sembari menunggu waktu untuk dideportasi. Menjadi penanda tangan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Wild Fauna dan Flora (CITES), Kuwait secara hukum berkewajiban untuk mengirim spesies terancam kembali ke habitat alami mereka. Tahun lalu, pihak Bandar Udara International Kuwait berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 6 individu orang utan dan mendeportasinya ke Indonesia.(Daily Pakistan, 26/7)
Langganan:
Postingan (Atom)








